Tentang Wakaf IPB

Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari Wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya (UU No 41 Tahun 2004). UU No 41 Tahun 2004  pasal 10 poin C menjelaskan bahwa Nazhir bisa berupa badan hukum yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan, dan/atau keagamaan islam.

IPB merupakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang bergerak di bidang pendidikan. IPB memiliki potensi yang besar dalam pengembangan wakaf Indonesia. Potensi wakaf sangat besar, namun masih belum dikelola secara optimal. Maka dari itu, IPB mengajukan diri sebagai Nazhir untuk dapat mengelola potensi tersebut.

Wakaf dapat menjadi alternatif pembiayaan untuk menunjang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harta benda wakaf digunakan untuk kepentingan keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Hasil pengelolaan harta benda wakaf akan didistribusikan ke berbagai program pendidikan, pengabdian masyarakat dan kesejahteraan masyarakat baik di dalam lingkungan IPB maupun masyrakat umum.

Melalui pengembangan program wakaf sesuai prinsip syariah  dan sejalan dengan visi- misi IPB maka kontribusi IPB dalam pembangunan nasional, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat.

Kenapa wakaf itu penting?

Wakaf adalah salah satu bentuk rasa solidaritas yang tinggi antara sesama manusia dan menjadi salah satu usaha mewujudkan hablumminallah dan habluminannas. Wakaf berkontribusi bagi kemajuan dakwah, kehidupan sosial, kesejahteraan umat, memberantas kebodohan, memutus rantai kemiskinan, serta memupus kesenjangan sosial.

Wakaf merupakan suatu bentuk ibadah berupa amal jariyah yang apabila wakif (orang yang berwakaf) wafat tidak akan terputus amalannya selama harta wakaf dimanfaatkan. Dalam fungsi sosial, wakaf menjadi aset yang amat bernilai dalam pembagunan sosial yang tidak memperhitungkan jangka waktu dan keuntungan materi bagi orang yang mewakafkan.

Berdasarkan hadist “Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk, umar berkata: ‘Hai Rasulullah SAW, saya mendapat sebi dang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?’ Rasulullah SAW bersabda: Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibah kan, dan tidak diwariskan)” Hadist tersebut dapat dijadikan sebagai contoh pemanfaatan wakaf yang menghasilkan dan hasil tersebut bisa terus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat”

Menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI) nilai wakaf pada tahun 2019 sebesar 4,3 miliar meter persegi atau 430 hektare dengan persentase nilai wakaf produktif hanya sebesar 10% dan 90% lainnya menjadi masjid, kuburan dan pesantren. Sehingga perlu adanya pengelolaan tanah wakaf yang tidak produktif agar tanah tersebut bermanfaat. 

Pemilihan wakaf produktif sesuai dengan Visi dan Misi IPB University pada bidang pertanian dalam bidang pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Agribusiness and Technology Park (ATP) merupakan kawasan etalase inovasi IPB yang melaksanakaan kegiatan bisnis di bidang hortikultura, pelayanan pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

Badan Pengelola Investasi dan Dana Sosial,

Gd. Andi Hakim Nasoetion Lantai 5, Kampus IPB Dramaga

Program Kami